DOA PENGAMEN TUA

DOA PENGAMEN TUA

“Dulu, waktu saya masih kuliah, ada pengamen tua yang sering datang ke tempat kos. Dia mencari nafkah dengan menggunakan alat musik bas betot –yang juga sudah tidak muda lagi usianya. Bapak itu, hanya bajunya -walau sedikit pudar warnanya-terlihat tidak terlalu jelek. Kalau sepatu yang ia pakai, bukan saja tidak bagus, melainkan sudah butut.
Tidak ada yang istimewa pada pengamen langganan ini. Kendatipun suaranya pas-pasan, atau rada tekor; tetapi ketika berdendang, ia menyanyikannya dengan penuh semangat. Dia biasa membawakan lagu-lagu dangdut. Walau, sebenarnya, saya bukan penggemar jenis musik yang pengamen berusia enam puluhan tahunan ini bawakan, saya biarkan saja ia memainkannya.
Ada sedikit yang saya menjadi tidak pernah lupa pada kehadirannya: dalam setiap perjumpaan, ia senantiasa tersenyum lebar.
Untuk mengapresiasi semangat bernyanyinya yang hebat –walau agak nekat, suatu hari, selain diberi sedikit uang, saya traktir dia menyantap semangkuk bakso.
Sebab seringnya bertemu, seniman jalanan ini merasa dekat dengan anak-anak kos. Dia pun suka bercerita tentang anak perempuannya yang bekerja sebagai petugas keamanan. Ia sangat bangga dengan anak gadisnya itu.
Dari ‘album’ lama, saya dapatkan sebuah sepatu kets merk Bata. ‘Ini untuk anak Bapak atau siapa saja yang membutuhkannya di rumah!’
Pada hari-hari berikutnya, pembesut bas ini, ketika beraksi, memakai sepatu yang pernah saya berikan.
‘Kok dipakai sama Bapak! Enggak kesempitan?’
‘Tidak apa-apa Non,’ dia memanggil saya dengan nona, bukan mbak.
Sejak diajak makan bakso itu, bapak ini sering mendoakan saya, ‘Semoga sukses, ya, Non!”
Anak kos itu, sekarang bekerja di industri hulu migas; dan hidup, alhamdulillah, lebih dari cukup. Tidak mustahil, keberhasilan dalam studi, hingga lulus dari Fakultas Teknik di sebuah universitas terkemuka di Jawa Tengah, lalu mendapatkan pekerjaan yang nyaman dengan penghasilan yang lumayan, adalah berkat doa dari pengamen tua itu: “Semoga sukses, ya Non!”
Seperti dituturkan Mersi kepada saya, kemarin petang.
Jakarta, 18 Juni 2015. Salam, jr

/ Artikel Islami, Artikel Motivasi / Tags:

Share the Post

About the Author

Comments

Comments are closed.